Ads (728x90)

PADANGPOS.COM (Padang)---Sebagai pelatih yang sengaja didatangkan ke Ranah Minang  untuk membina atlet dayung, M Aksan Nur berkeinginan binaannya punya prestasi internasional dan PODSI Sumbar pun disegani, serta diperhitungan di kancah nasional.

"Siapapun yang jadi pelatih, tentu kebahagiannya terletak dari keberhasilannya melahirkan atlet yang punya prestasi nasional dan internasional," kata M Aksan Nur ketika berbincang-bincang dengan Padangpos.com seusai dirinya melatih atletnya di Kawasan GOR Haji Agus Salami, Kelurahan Rimbo Kaluang, Jumat, 22 Juni 2018.

Sebelumnya, kata M Aksan Nur, dirinya tak pernah berangan-angan atau bermimpi bisa menjadi pelatih dayung di Sumatera Barat. "Faktanya kini, saya dipercaya pengurus PODSI Sumbar untuk menjadi pelatih," kata tentara yang telah menekuni olahraga dayung sejak SMP Kelas 1.

Kalau berbicara suka dan dukanya, kata M Aksan Nur, lebih banyak dukanya. Seperti  menghadapi pogram latihan yang begitu padat, sementara ada atlet yang bisa di ataur dan ada juga yang tidak. "Kita udah capek-capek melatih, tapi hasil yang diharapkan, jauh dari target yang diprogramkan," tuturnya.

Biasanya duka itu muncul disaat menghadapi turnamen atau kejuaraan dayung berskala regional dan nasional. "Siapapun pelatih, so pasti akan sedih dan berduka, jika atletnya gagal meraih gelar juara," kata M Aksan Nur anggota TNI-AD kesatuan polisi militer Brawijaya (Pomdam V BRW) dengan pangkat sertu.

Sebelum jadi pelatih, kata M. Aksan Nur, dirinya juga atlet yang pernah memperkuat merah putih di SEA Game  2011 Jakarta-Palembang. Waktu itu berhasil meraih 1 medali perak da 1 perunggu. "Sejak 2013, saya menjadi pelatih," kata pelatih kelahiran Sulawesi Selatan, 30 November 1986 ini dengan berat badan 90 lebih dan tinggi 175 cm. (fardi)

Post a Comment