Ads (728x90)

Salah satu tabung elpiji yang isinya tidak sesuai takaran

PADANG POS (PAINAN)-Tak hanya sulit didapatkan, ternayata isi tabung gas elpiji 3 Kilogram di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) juga tidak sesuai takaran.

Beni (28), salah seorang pelaku usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), mengungkapkan, dirinya telah beberapa kali menemukan isi tabung yang kurang dari beratnya.

"Itu kan, ketahuan setelah regulatornya dipasang. Ini sering saya temukan. Paling tidak sudah satu bulan terakhir," ungkapnya di Painan, Rabu (27/6).

Ia mengatakan, selaku pelanggan yang sangat membutuhkan gas elpiji, kondisi itu sangat merugikan pihaknya. Sebab, berbanding terbalik pada awal ia menggunakan gas elpiji 3 kilogram.

"Dulu satu tabung gas elpiji 3 kg saya beli dengan harga Rp 20 ribu, bisa tahan selama empat hari. Kalau sekarang hanya dua hari saja, padahal harganya tetap sama. Namun, ditempat lain ada yang menjual sampai Rp25 ribu," katanya.

Kondisi serupa juga dirasakan Teti (46), selaku pedagang nasi ampera di depan RSUD M.Zein Painan. Menurutnya, isi tabung gas elpiji 3 kilogram yang sebelumnya, sangat jelas perbedaannya dengan yang sekarang.

"Pada jarum regulatornya terlihat hanya setengah saja. Padahal baru kita beli. Mencarinya gas elpiji 3 kilo pun sulitnya mintak ampun," ucapnya dengan nada polos.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindustrian, Pessel, Azral mengatakan, pihaknya akan segera menindaklanjuti temuan tersebut. Ia berjanji dalam waktu dekat akan menurunkan tim dan memastikan keluhan masyarakat itu.

"Dalam waktu dekat pihak kita akan turun kelapangan. Nanti akan kita cek mana saja yang tak sesuai dengan standar penjualan. Jika laporan ini terbukti dilapangan, maka pihak kita akan memberi sanksi tegas kepada penjual atau agen gas elpiji 3 kg," tutup dia. (teddy setiawan)

Post a Comment