Ads (728x90)

Teks foto : Peserta sosialisasi anti Paham Terorisme dan Radikalisme foto bersama di BAPPEDA-Litbang Pemkab Pessel, Kamis (28/6).

PADANG POS (PAINAN)-Paham terorisme dan radikalisme merupakan ancaman nyata bagi kehidupan sebuah, tak terkecuali bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kepala Bagian (Kabag) Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Rinaldi, menyampaikan kedua paham tersebut tidak sesuai dengan semangat kebhinekaan yang terkandung dalam dasar negara Indonesia, yakni Pancasila.

"Jadi, mereka adalah musuh negara dan harus dibasmi dari Bumi Pertiwi," ujar dia di sela-sela pembukaan sosialisasi tantang Bahaya Paham Radikalisme dan Terorisme di Painan, Kamis (28/6).

Materi yang dibahas diantaranya menjelaskan tentang bahaya terorisme dan radikalisme. Dan bagaimana langkah pencegahanya dan mana menjelaskan kepada masyarakat cara menangkalnya.

Sosialisasi yang digelar di BAPPEDA-Litbang itu diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan bersama Forum Komunikasi dan Pencegahan Terorisme (FKPT) Sumatera Barat.

Kegiatan dihadiri Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ikatan Pemuda Muhammadyah, Kasat Intelkam Polres Pessel, IPTU. Asrol, perwakilan Kodim 0311 Pessel, Kasintel Kajari Painan, Adnan. 

Kemudian perwakilan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI). Asisten III Pemkab. Pessel, perwakilan puluhan Ormas, tokoh masyarakat. Dosen Ilmu Filsafat UIN Imam Bonjol, Dr. Zaim Rais.

Pemerintah kabupaten, lanjut dia, tidak akan menolerir adanya kegiatan paham terorisme dan radikalisme berkembang di daerah ini. Bahkan, pemerintah daerah pernah membubarkan sejumlah Ormas yang dianggap menyimpang.

"Dari sosialisasi ini, kita berharap daya tangkal terhadap ancaman dan bahaya terorisme dan paham radikal bisa hadir ditengah masyarakat," tegas dia.

Pada kesempatan itu, Dosen Filsafat UIN Imam Bonjol Padang, Dr. Zaim Rais menyebutkan, paham terorisme dan radikalisme adalah paham yang betolak belakang dengan ideologi Pancasila.

Paham tersebut sangat bertentangan dengan kemajemukkan bangsa. Maka dari itu, kedua paham itu harus segera dicegah, sehingga tidak tumbuh dan berkembang di negara ini.

Salah satu upaya pencegahan adalah dengan menanamkan nilai-nilai Pancasila dan pemahaman rasional bagi seluruh lapisan masyarakat.

"Jadi, dari tindakan yang dinilai tidak sesuai dengan nilai ideologi negara harus dicegah dan dilawan dengan pemahaman yang rasional," ulasnya.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu sejumlah wilayah di Indonesia dihantui dengan aksi terorisme. Aksi teror bermula dengan adanya penyerangan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok.

Aksi itu berlanjut dengan pengeboman beberapa gereja di Jawa Timur. Bukan sampai di situ saja, sejumlah teroris pun menyerang Polda Jawa Timur dan Polda Riau.

Dalam aksi yang dinilai bertentangan dengan hukum itu telah menewaskan sejumlah teroris, anggota kepolisian dan sejumlah warga masyarakat sipil. (teddy setiawan)

Post a Comment