Ads (728x90)

Teks foto : Kapolres Pessel, AKBP. Feri Herlambang saat memberikan keterangan pers hasil Operasi Ketupat 2018 di Painan, Senin (25/6)

PADANG POS (PAINAN)-Kepolisian Resor Pesisir Selatan (Pessel) mencatat 28 kasus gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) selama Operasi Ketupat 2018. 

Kapolres AKBP. Ferry Herlambang, SIK, menjelaskan, kasus tersebut antara lain pencurian, penganiayaan, penghinaan, penipuan, pelecehan terhadap anak di bawah umur.

Kemudian, pungutan liar (Pungli) di lokasi objek pariwisata di kawasan Carocok Painan dan Kawasan Wisata Bahari Terpadu Mandeh dan sejumlah kasus Kamtibmas lainnya. 

"Selain, Pungli, semuanya telah dalam proses penyidikan," jelas Kapolres saat jumpa pers soal hasil Operasi Ketupat 2018 di Mapolres Pessel, Painan, Senin (25/6).

Jumpa pers dihadiri Asisten I Pemkab Pessel, Gunawan, Kepala Dinas Pariwisata Ekonomi Krestif, Pemuda dan Olahraga, Mawardi Roska. Kepala Dinas Perhubungan, Nuzirwan, 

Kepala Dinas Polisi Pamong Praja, Dailipal, Kepala Dinas Kesehatan, Satria Wibawa, perwakilan Kodim 0311 Pesisir Selatan, Kepala Bagian Ops Polres dan sejumlah perwira lainnya.

Operasi Ketupat 1439 H yang terdiri dari gabungan TNI, Polri dan ASN itu berlangsung selama 18 hari, mulai 7 Juni-24 Juni 2018.

Selain tindak pidana, lanjut Kapolres, juga ada kasus kecelakaan lalulintas. Dari laporan yang ia terima, untuk tahun ini terpantau sebanyak 13 kasus.

Angka itu terkonfirmasi lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang hanya sembilan kasus. "Meninggal dua orang. Kerugian materil Rp41 juta. Kerugiannya justeru turun," tutur Kapolres.

Kendati demikian, dirinya mengaku, secara umum tidak ada gangguan yang berarti selama operasi. Semua kasus yang terjadi dapat diselesaikan dengan baik.

Namun, pada kesempatan itu pihaknya juga meminta pada pemerintah daerah untuk lebih memperketat standar keamanan di semua destinasi wisata. 

Sebab, hingga kini masih banyak lokasi wisata yang tidak berasuransi. Selain itu, meminta penertiban pada perahu-perahu penyeberangan, terkait jumlah muatan perahu.

Kemudian, memasang rambu-rambu di lokasi wisata. Apalagi, saat ini Pessel menjadi salah satu daerah tujuan wisata yang cukup populer, khususnya bahari.

Tak hanya faktor panoramanya yang indah, tapi juga dipengaruhi kondisi infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan di daerah itu kian memadai.

"Ini tentu perlu kita cermati bersama. Belajar dari tahun-tahun sebelumnya, trend kunjungan itu semakin ramai," sebutnya. (teddy setiawan)

Post a Comment