Ads (728x90)

PADANGPOS.COM (Padang)---Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Adib Alfikri, yang mewakili Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, meminta Festival Silat Internasional (FSI) 2018 yang bertemakan: "Ajang Silaturahmi Pesilat Dunia di Kota Padang",  dijadikan ajang tahunan.

Festival Silat Internasional  yang dilaksanakan di  Puti Bungsu Ball Room Kyriad Hotel Bumi Minang Padang, Kamis (12/7), diikuti  peserta dari 4 negara,  Suriname, Singapura, Malaysia, dan Indonesia. 

Pesilat dari mancanegara terdiri dari 6 tim, berjumlah 78 orang peserta. Sedangkan pesilat nusantara datang dari 6 provinsi yang mengelompok ke dalam 10 tim dengan jumlah 300 orang. Sementara 18 Kabupaten/Kota di Sumbar ikut berpartisipasi dengan mengirimkan 558 pesilat. Total 936 pesilat dunia berpartisipasi dalam perhelatan ini.

Dalam sambutannya, Adib Alfikri mengutarakan harapannya agar FSI ini dapat diupayakan menjadi kegiatan rutin tahunan di Kota Padang. Untuk itu, ia menyatakan Pemerintah Provinsi siap memberikan dukungannya.

"Dari Provinsi, kita coba bersinergi untuk membuat acara ini menjadi tahunan. Jadi, gebyarnya di Kota Padang, namun untuk menyempurnakan dan membuat acara ini menjadi lebih baik, kita dukung di Provinsi," ujarnya.

Senada dengan Adib, Walikota Padang yang pada kesempatan tersebut diwakili oleh Asisten Administrasi Sekretariat Daerah Kota Padang Didi Hariyadi mengutarakan hal yang sama. Ia juga berharap kegiatan ini dapat menjadi acara rutin tahunan di Kota Padang.

"Sudah banyak festival internasional kita selenggarakan, salah satunya, ada dragon boat yang rutin kita lakukan. Semoga ini juga jadi kegiatan rutin kita," harapnya.

Didi lebih lanjut menyebutkan, Pemerintah Kota Padang mendukung penuh kegiatan FSI karena ia dapat dijadikan instrumen promosi untuk memperkenalkan kekayaan daerah kepada dunia. Oleh karenanya, ia meminta panitia untuk melibatkan lebih banyak negara dalam penyelenggaraan FSI di tahun-tahun mendatang.

"Kalau kini 4 negara, ke depan kita harap lebih banyak yang datang. Kita kabarkan pada dunia bahwa di sinilah silat itu berasal. Di sinilah Silek-Silek Tuo itu berasal," tandasnya.

Di kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) Erizal Chaniago menerangkan, FSI digelar bukan sebagai medan perlombaan dan berkompetisi bagi pesilat, melainkan sebagai gelanggang untuk memperkenalkan berbagai aliran silat yang ada, baik di nusantara, maupun di mancanegara.

"Ini adalah festival, bukan perlombaan. Gelanggang ini dibuat untuk silat-silat ini bisa dikenal banyak orang dan tidak punah," ujarnya.

Karena diselenggarakan di daerah asalnya, Erizal Chaniago kemudian mengajak pesilat mancanegara yang turut berpartisipasi untuk memanfaatkan FSI sebagai media pembelajaran guna memahami silat asli. 

"Untuk teman-teman dari luar negeri, manfaatkan kesempatan ini untuk melihat silat langsung dari tanahnya. Melihat keaslian silat langsung di negeri asalnya," ajaknya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Daerah IPSI Sumbar Fauzi Sumbar, dalam kesempatan itu menyampaikan, silat adalah kekayaan Masyarakat Minangkabau yang patut dilestarikan dan kembangkan. "Ratusan aliran silat ada di Minangkabau. Ini kekayaan kita," katanya.

Untuk menjaga kelestarian dan pengembangannya, Fauzi Bahar menyarankan kepada pihak yang memiliki wewenang untuk menjadikan silat masuk ke dalam kurikulum pendidikan dasar, atau paling tidak, menjadi kegiatan ekstrakulikuler wajib. Dengan itu, ia yakin silat akan terus berkembang dan melahirkan penerus-penerus yang handal.

"Jika dimasukkan ke kurikilum pendidikan dasar, minimal sebagai ekstrakulikiler wajib, niscaya silat akan tumbuh. Niscaya akan lahir kembali pendekar handal dari Ranah Minang

Ketua Pelaksana FSI sekaligus Kadispora Kota Padang Azwin dalam Laporannya menyebutkan, FSI ditujukan untuk meningkatkan perkembangan dan prestasi silat Kota Padang, Sumbar, dan  pesilat nusantara secara umum. Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan silaturahmi antara pesilat nusantara dan pesilat internasional, dan meningkatkan pengalaman bertanding atlet silat nasional. Selain itu, FSI juga diharapkan dapat mendukung program kepariwisataan Pemko Padang dan Pemprov Sumbar dengan terdorongnya tingkat kunjungan wisatawan melalui penyelenggaraan FSI. (rel)

Post a Comment