Ads (728x90)

PADANGPOS.COM (Padang)---Menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, Komunitas Jurnalis Muda (KJM) Sumatera Barat melakukan workshop pembinaan pengetahuan potensi dan solusi konflik dengan tema mengkaji potensi konflik pemilu 2019 serta solusinya, di Hotel Kyriad Bumiminang, Sabtu, 21 Juli 2018.

Mantan Komisioner KPU Sumatera Barat Muhammad Mufti Syarfie menyampaikan, latar belakang konflik yaitu adanya perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi, dan perbedaan-perbedaan tersebut menyangkut ciri fisik, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, keyakinan, dan lainya.

Selanjutnya, tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainya, konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri.

Muhammad Mufti Syarfie mengatakan proyeksi konflik pemilu 2019 yaitu politik uang, isu sara dalam aktivitas sosialisasi diri kepada pemilih, dana kampanye caleg, dan partisipasi masyarakat yang partisipan.

Selain itu, Ketua Komunitas Jurnalistik Muda (KJM) Firdaus Diezo menyebutkan, dalam Pemilu potensi konflik rentan terjadi, terlebih lagi dibeberapa daerah seperti Kabupaten Darmasraya, Sijunjung, dan Pasaman Barat.

Selanjutnya, potensi konflik bisa terjadi akibat perhitungan suara seperti yang terjadi dibeberapa negara Amerika Latin, Afrika yang berakibat jatuhnya ribuan korban jiwa.

"Ini yang akan kita diskusikan bersama bagaimana cara untuk meminimalisir agar tidak terjadi di Sumbar pasca Pemilu 2019 mendatang," ujar Firdaus Diezo.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Organisasi Kepemudaan (OKP), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Jurnalistik Kampus, dan awak media di Sumbar. (fardi)

Post a Comment