Ads (728x90)

PADANGOS.COM (Jakarta)---Lifter dari Family Babber Clup, Rivaldo yang dilatih Suluhmi Harefa berhasil meraih 3 medali perak dan 1 perunggu di kelas 66 kg, di Kejuaraan Nasional PABBSI, di Jakarta, Kamis, 12 Juli 2018.

Sedangkan medali emas diraih Bismar Maulana dari Kalimantan Selatan, dan  Situmeang Julpiter  dari Riau meraih medali perunggu.

"Saya bangga dan kecewa," kata pelatih FBC , Suluhmi Harefa ketika dihubungi Padangpos.com, Jumat, 13 Juli 2018  melalui selulernya.

Rasa bangga, kata Suluhmi, karena atletnya berhasil memperlihatkan prestasinya di Kejurnas PABBSI 2018, seperti Sandra Diana Sari yang sehari sebelumnya meraih 2 medali emas dan sekarang Rivaldo 3 medali perak. "Kekecewaan saya, karena keberangkatan saya dan atlet tanpa dapat bantuan dari Pengda PABBSI dan KONI Sumbar," keluhnya.

Kemudian yang menyakitkan hati, kata Suluhmi lagi, ada atlet yang mendapatkan bantuan dari Pengda PABBSI dan KONI Sumbar. "Kalau ingin fair dan sportif, adakan seleksi sebelum berangkat kejurnas dan jangan  sampai pilih kasih dalam  memperlakukan atlet dan olahraga angkat besi dan berat ini olahraga terukur dan sangat gampang dalam memilih atlet," tegas mantan atlet peraih medali emas PON Riau dan Palembang ini. 

Secara terpisah, Ketua FBC Yal Aziz, selain menyampaikan rasa bangganya, dan juga rasa prihatinnya melihat tingkah dan polah petinggi olahraga di Sumbar ini, baik tingkah PABBSI Sumbar maunpun petinggi KONI Sumbar, yang bisa dikatakan sudah tak punya hati nurani dan kegadang-gadangan. "Co anduang eeee yang punya dana tu," tegasnya.

Mantan Ketua KONI Sumbar, Prof DR Syahrial Bahtiar menyampaikan rasa baggganya atas keberhasilan atlet FBC Padang, meraih medali emas dan perak di Kejurnas PABBSI. "Kita bangga dan bersyukur, atlet Sumbar binaan FBC mampu berbicara ditingkat nasional dan juga senang FBC bisa melahirkan atlet nasional,"kata pakar olahraga ini.

 Kedapan, kata Syahrial Bahktiar, agar atlet yang berhasil ini diperhatikan dan dibantu dana pembinaannya. "Mari kita melihat kedepan dan tantangan pembinaan olahraga itu semangkin berat, serta memerlukan dana yang sangat banyak," kata rektor 4 UNP Padang ini. (ferdi)  

Post a Comment