Ads (728x90)

PADANGPOS.COM (Padang)---Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit, menghadiri seminar dan pelatihan advokasi  untuk kampanye imunisasi MR fase II dan surveilans PD3I, di Hotel Grand Inna Padang, Senin, 23 Juli 2018.

"Ini promosi kesehatan yang dilakukan rekan-rekan para dokter di bawah karena masyarakat yang sebenarnya pada level puskesmas ke bawah itu tidak begitu paham," kata Nasrul Abit.

Menurut Nasrul Abit, dinas kesehatan harus turun kebawah sekarang. "Kecakupan kita 81,4 sedangkan nasionalnya 92 artinya selisih 11 persen," ujar mantan Bupati Pessel dua periode itu, sembari menambahkan, dengan adanya pendapat-pendapat sedemikian itu kita perlu meyakinkan ke bawah dengan penyuluhan kesehatan.

Nasrul Abit juga menyampaikan, bagaimana mengajak mereka untuk menjaga kesehatan agar tidak terkena oleh penyakit-penyakit menular, seperti dipteri dan lainya, dan ini perlu imunisasi dan mudahan bisa mengatasinya.

Selain itu, Ketua IDAI Cabang Sumatera Barat Dr. Didik Hariyanto, Sp.A(K) memyampaikan, seminar dan pelatihan ini dilaksanakan di 14 kota di berbagai kota di luar jawa seperti kota lampung, manado, makassar, pekanbaru, jayapura, aceh, palembang, pontianak, medan, kupang, padang, banjarmasin, balikpapan, dan lombok.

Tujuan dari kegiatan ini yaitu memberikan penyegaran kepada tenaga kesehatan lintas sektor (dokter spesialis anak, dokter umum, bidan, terawat) mengenai pelayanan imunisasi, mempersiapkan tenaga kesehatan untuk mensukseskan kampanye imunisasi MR fese II di luar pulau jawa peserta meningkatkan pengetahuan tenaga kesehatan mengenai surveilans PD3I.

Kegiatan ini juga diharapkan membekali tenaga kesehatan dengan pengetahuan ilmiah berbasis bukti yang diperlukan untuk menjawab berbagai pertanyaan orang tua dan masyarakat mengenai imunisasi.

Program imunisasi campak dan rubela fase II di 28 provinsi menargetkan 31.963.000 anak usia 9 bulan sampai kurang 15 tahun. keberhasilan program ini sangat penting dalam pembangunan kesehatan anak di Indonesia.

Oleh karena itu, berbagai pemangku kepentingan (ikatan dokter anak indonesia, ikatan dokter indonesia, ikatan bidang indonesia, persatuan perawat nasional indonesia, kementerian kesehatan RI dan WHO) berkomitmen untuk mensukseskan program nasional imunisasi MR fase II dan meningkatkan cakupan imunisasi MR serta program imunisasi rutin dan surveilans Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I) melalui pendekatan dalam bidang edukasi, advokasi, dan komunikasi. (fardi)

Post a Comment