Ads (728x90)

PADANGPOS.COM (Padang)---Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno menilai kegiatan Shoflauchin Silek Art Festival (SAF) sangat penting untuk dipublikasikan diberbagai media, agar acaranya meriah.  

“Program pemprov Sumbar ribuan, namun tidak semuanya dibuat softlaunching seperti ini,” Kantor Gubernur Sumatera Barat, Selasa, 21 Agustus 2018.

Menurut Irwan Prayitno, sesuai dengan UU, ada istilah pemajuan kebudayaan. “Jadi, budaya kita maju, tapi tidak hanya sekedar maju kedepan, tapi terpelihara dan terjaga sebagai suatu tradisi yang merupakan warisan yang turun temurun, dan itulah yang kita jaga, pelihara dengan melalui Silek Art Festival,” ujar pelantun lagu Kaulah Istriku ini.

Kedepannya, kata Irwan Prayitno, agar silek ini tidak habis seiring meninggalnya para tuo-tuo silek,."Insya Allah akan terbukukan, terdokumentasikan, tervideokan, sehingga bisa menjadi bagian dari aset budaya," katanya.

 kemudian Irwan Prayitno menyampaikan rasa bangga dan senangnya bisa bekerjasama dengan kemendikbud dengan bantuan dananya selama 3 tahun berturut-turut, 2018, 2019, 2020.

Selain itu, Kepala Dinas Kebudayaan Gamala Ranti menyampaikan, Silek Art Festival merupakan Kegiatan Indonesiana, dan Ini rangkaian program Indonesiana 2018-2020 selama 3 tahun melalui perjanjian kerja sama Kemendikbud dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Menurut Gemala Ranti, ada 8 Kabupaten Kota yang ikut yaitu Padang, Bukittinggi, Padang Panjang, Payakumbuh, Sawahlunto, Solok, Tanah Datar, dan Padang Pariaman, selama 3 bulan yaitu mulai tanggal 7 September sampai 30 November 2018. 

Masing-masing Kabupaten Kota menampilkan hal yang berbeda seperti seminar, dokumentasi film tentang silek, filosofi silek akan di ukit pada pertemuan SAF ini.

Mengenai anggaran, kata Gamala Ranti, APBN ada melalui penandatanganan kerjasama pada tanggal 24, yang akan disampaikan berapa anggaran di APBN, sedangkan APBD sudah menganggarkan yaitu 800 juta, melalui APBD Provinsi dan Kabupaten Kota masig-masing yang ikut dalam SAF. 

Selain itu, Kurator Indra menyampaikan, peserta dalam negara sedang nego dengan Indonesiana, sedangkan peserta luar negara, ada 7 negara, Belanda, Inggris, Prancis, Jerman, Singapore, Malaysia, Spanyol dan Brunay Darussalam dengan masing-masing negara 3 sampai 4 orang. Sedangkan, peserta masing-masing Kabupaten Kota minimal 10 orang. (fardi)

Post a Comment