Ads (728x90)

KOTA  Madinah adalah satu dari dua kota suci. Di Tanah Haram tersebut terdapat sejumlah keistimewaan. Diantaranya, jika kita melaksanakan shalat di masjid Nabawi lebih utama dari 1.000 kali pahala. Keutamaan tersebut meliputi salat fardhu dan salat sunah. Salat Jumat satu kali di Masjid Nabawi pahalanya sama dengan 100 kali salat di masjid lain, kecuali masjidil haram.

Dulu, Kota Madinah bernama Yastrib yang merupakan kota Hijrah Nabi Muhammad SAW. Di sana terdapat masjid terakhir yang dibangun oleh Nabi Muhammad SAW bersama para sahabat.

Di Kota Madinah, ada Masjid Nabawi yang dibangun dengan tangan Rasulullah dibantu para sahabat. Masjid ini merupakan masjid terakhir para nabi dan masjid Nabi.

Kemudian, siapa saja yang mampu melaksanakan shalat  40 kali waktu secara berturut-turut di Masjid Nabawi akan dibebaskan dari api neraka, atau akan diselamatkan dari siksa dan dijauhkan dari kemunafikan.

Yang hebatnya, Kiblat di masjid Nabawi dan masjid Quba (keduanya di Madinah) merupakan kiblat yang paling lurus di muka bumi.

Kutamaan lainnya, di antara mimbar nabi Masjid Nabawi dan rumah Rasulullah terdapat Raudhah yang hanya terdapat di Madinah. Raudhah merupakan area di sekitar mimbar yang biasa digunakan oleh Nabi Muhammad SAW untuk berkhutbah. "Antara rumahku dan mimbarku adalah taman (raudhah) dari taman-taman surga,” demikian hadist mengisahkan penyataan Rasulullah.  Area itu merupakan area mustajab, sehingga banyak yang berlomba-lomba untuk bisa bermunajat di sana.

Menurut laporan Wartawan Tabloidbijak.com, Tuanku Amiruddin, di hari ketiga berada di Kota Madinah, Selasa, 31 JULI 2018, melaporkan kondis calon jemaah haji dari Kota Pariaman, yang punya kegiatan sendiri-sendiri tanpa dipandu petugas kloter. 

Seusai melaksanakan ibadah ke Masjid Nabawi, CJH mempergunakan waktu senggang untuk mengetahui lingkungan Masjid Nabawi dengan menjalani keliling masjid tersebut. 

Di samping  itu ada juga yang mencari tempat jualan makanan yang cocok dengan selera Padang. Ternyata di Madinah bisa juga ditemukan makanan bakso, nasi goreng dan makanan Indonesia lainnya.  

Di Madinah harga bakso 1 porsi 12 riyal dan kalau dirupiahkan sekitar Rp 48 ribu rupiah. Menurut Ketua TPHD Kloter 11 Mukhlis Rahman,  walaupun tidak sama dengan masakan "awak", tapi boleh lah sebagai pelepas rindu masakan Padang. 

"Alhamdulillah, makanan yang dikonsumsi CJH sekarang yang disediakan panitia, masih cocok dengan lidah kita Padang, " ujar Mukhlis Rahman. 

 Zunumar salah seorang anggota CJH asal Kota Pariaman, mengatakan kesempatan yang sulit di jumpai ini harus bisa dimanfaatkan sebaik mungkin, untuk melihat perekonomian masyarakat Kota Madinah. 

Pedagang Madinah untuk  memajukan dagangan nya, mereka pakai bahasa Indonesia. Bahkan ada yang pakai logat Minang, seperti "caliak caliak lah, murah, " sambil merangkul pengunjung yang masuk tokohnya. 

"Iyo hebat orang Madinah dalam berdagang dia bisa bahasa Indonesia dan logat awak Minang,"tutur Zunumar. (penulis wartawan tabloidbijk.com)

Post a Comment