Ads (728x90)


PADANGPOS.COM (Padang)---Musyawarah Nasional (Munas) forum Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Indonesia, dengan tema berbeda bekerjasama untuk kedaulatan ekonomi desa, di Auditorium Universitas Negeri Padang (UNP), Senin, 27 Agustus 2018.

Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit menyampaikan, dana desa yang masuk ke Sumatera Barat dari tahun 2015 sampai tahun 2018 sebesar 2,5 juta. Dan, Bantuan BUMDes dari tahun 2017 sampai 2018 sebesar 11 Milyar.

"Harapan semoga acara ini menjadi momentum berharga dalam rangka mengoptimalkan BUMDes seperti yang diamanahkan dalam UU No. 6 tahun 2014," ujar Nasrul Abit, sembari menambahkan, kita mengharapkan bahwa keberadaan BUMDes merupakan pilar kegiatan ekonomi di desa yang berfungsi sebagai lembaga sosial dan komersial."

Menurut Nasrul Abit, Sumatera Barat dari 928 desa/negeri yang ada, BUMDes yang telah terbentuk sebanyak 617 desa dengan klasifikasi 96 desa tahap persiapan, 484 desa sudah berkembang, 16 desa sudah masuk kategori mandiri, 212 desa maju, 198 desa tertinggal, dan 18 desa sangat tertinggal.

Selain itu, Direktur Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Taufik Madjid mengatakan, ada 30-an ribu BUMDes telah di bentuk di Indonesia, dan munas pertama di UNP.

Menurut Taufik Madjid jumlah desa sangat tertinggal di Sumatera Barat sangat sedikit dibanding provinsi lain. Ada 2 hal pokok yang harus kita tuntaskan, peningkatan kualitas hidup masyarakat desa, dan penanggulangan kemiskinan.

Selain itu, Rektor Universitas Negeri Padang  Ganefri menyampaikan, UNP salah satu PT yang tergabung dalam Perguruan Tinggi untuk Desa.

“Semenjak bergabung, berbagai program untuk desa kita sinergikan, mudah-mudahan bisa mempercepat usaha pengembangan desa, dan mudah-mudahan dengan forum ini kita punya sarana berbagi bagaimana BUMDes yang ada di Indonesia ini bisa berperan dalam pemberdayaan masyarakat desa,” ujar Ganefri.

Menurut  Ganefri, BUMDes bisa mengambil peran bagaimana membantu anak-anak yang potensial dan punya prestasi akademik yang baik, namun tak memiliki kemampuan ekonomi bisa dibiayai untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Selain itu, Ketua Umum Forum BUMDes Indonesia Dt. Febby mengatakan, kenapa forum ini kita bentuk?, bagaimana melalui ini silaturahmi antar BUMDes sabang-merauke tersambungkan. Itu yang pertama.

Kedua, bagaimana BUMDes bisa lakukan pengembangan unit usaha. Ketiga, Sosialisasi Mitra Bumdes. Terakhir, Bagaimana Forum BUMDes mampu meningkatkan kapasitas pengampu BUMDes baik melalui Program Kementerian maupun CSR.

Dt. Febby juga mengatakan, dari banyak hal yang nanti dibahas dan harus diperhatikan, ada 2 hal besar yang patut diberi fokus utama, bagaimana status hukum bumdes agar jadi klir karena ini batu sandungan terbesar pengembangan kita. Itu yang pertama.

Kedua, Belum samanya persepsi bahwa BUMDes bukan hanya lembaga profit oriented namun juga bisa memberi social benefit.

“Sesuai tema kita, 74.924 desa kita punya karakter beda, tapi kami yakin kita bisa bekerjasama menuju kedulatan ekonomi desa,” ujar Dt. Febby sembari menambahkan semoga kehadiran kami di sini memberi inspirasi bagi Wali Nagari di Sumatera Barat.

Selain itu, laporan Ketua Pelaksana Ernawati menyampaikan, kegiatan ini dilaksanakan selama 4 hari, dari 26 sampai 29 Agustus, yang digelar di 2 tempat yaitu Auditorium UNP hari ini dan besok Nagari Carocok Anau, Mandeh, Pesisir Selatan.

Dengan jumlah peserta yang ditetapkan dari Kemendes sebanyak 500 orang. "Namun, kebijakan UNP kami hadirkan 1500 mahasiswa UNP, 926 Wali Nagari/Kepala Desa se-Sumatera Barat," ujar Ernawati. (fardi)

Post a Comment