Ads (728x90)

PADANGPOS.COM (Padang)---Menyaksikan tarian pasambahan sesaat rombongan Rektor Universitas Negeri Padang dan tamu kehormatan menuju Auditorium UNP menjadi pemandangan biasa setiap mengawali prosesi wisuda berlangsung. 

Berbeda bagi keluarga wisudawan/ti, aktivitas tarian pasambahan itu menjadi momen untuk mengabadika budaya Minang.

Pada prosesi Wisuda UNP Ke-112 di Auditorium UNP, Sabtu hingga Senin (15-17/9) lalu, tarian pasambahan binaan Prof Ardipal, Wakil Rektor3 UNP tampil sebanyak tiga kali. 

Prof Ardipal mengatakan pemberian siriah tetap mempertahankan budaya minang yakni tetap menggunakan siriah dan tidak ada dengan lainnya, karena siriah itu melambangkan kesederhanaan, persaudaraan dan kebersamaan.

Bahkan diawali silat tradisi yang telah menjadi jati diri bagi masyarakat Minangkabau turut menyertai mengawali pemberian siriah kepada tamu kehormatan. Itu pun diringi dengan musik tradisi Minang, sehingga momen itu betul-betul mengesankan bagi tamu kehormatan yang hadir dan edukasi bagi masyarakat yang hadir menyaksikan.

Prof Ardipal mengatakan, tarian pasambahan yang ditampilkan pada prosesi wisuda UNP Ke-112 itu, bukan tari an biasa, generasi muda yang terlibat adalah mereka yang menggeluti seni tradisi minang dengan baik. Apalagi pupuik sarunai ikut meramaikan.

"Jadi disuguhkannya tarian pasambahan setiap wisuda UNP adalah dalam rangka upaya memberikan wawasan tentang pentingya melestarikan adat budaya Minangkabau kepada masyarakat yang hadir" imbuh Prof Ardipal. (Humas UNP/Agusmardi)

Post a Comment