Ads (728x90)

TABLOIDBIJAK.COM (Padang Pariaman)---Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Perindustrian Kabupaten Padang Pariaman menerapkan satu bidang satu inovasi yang dimulai tahun ini, karena berinovasi sudah menjadi tuntutan dan keharusan bagi aparatur untuk mempermudah pelayanan publik. Dalam dua tahun terakhir, DPMPTP sudah menerapkan 16 inovasi yang sudah dinikmati masyarakat. 

"Satu kepala bidang ada satu inovasi. Ini sudah kita sepakati dan kawan-kawan juga antusias. Jajaran Sekretariat pun tak mau kalah, ada pula inovasinya" kata Hendra usai rapat dengan jajarannya di Pariaman, Kamis (25/10/2018) lalu.

Bahkan, kata Hendra, ada Kepala Bidang yang menawarkan dua inovasi yang sedang dirancang diterapkan di tahun 2019 nanti. Artinya, ada semangat pembaharuan yang digelorakan untuk merubah pelayanan yang cenderung pasif menjadi pelayanan yang smart, mudah diakses, memanfaatkan teknologi dan tanpa biaya alias gratis.

Contohnya, pada Bidang Perizinan telah meluncurkan Inovasi Papa Joss pada awal Oktober ini. Petugas mendatangi perusahaan untuk pendampingi mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB) sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 2018.

"Semangat Pak Kadis dalam melayani masyarakat mendorong kita untuk selalu berinovasi khususnya di bidang perizinan" kata Kabid Perizinan dan non perizinan Heri Sugianto.

Pada Bidang Penanaman Modal, terungkap akan membuat inovasi yabg diberi nama PENA MAGIS atau Penanam Modal Berbasis GIS. Inovasi ini membuat aplikasi seluruh perusahaan yang berinvestasi di Padangpariaman sehingga bisa diketahui titik koordinatnya dan kesesuaian dengan tata ruang.

"Kita sudah siapkan data-datanya semoga awal tahun sudah dimulai aplikasinya" kata Kabid Penanaman Modal Jon Eka Putra.

Sementara bidang Pengawasan dan Pengendalian juga berinisiatif menerapkan e-retribusi dimana masyarakat bisa menghitung sendiri retribusi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) tanpa harus mendatangi kantor DPMPTP. Aplikasi ini akan dipajang di website www. perizinan.padangpariamankab.go.id sehingga bisa diakses dimana saja. 

"Jadi hitungan biaya retribusi bisa transparan dan basmi pungli" kata Kabid Wasdal Ali Mustofa. 

Tak mau kalah, Kabid Bina Industri Trisna Junaili juga sedang memprogram inovasi TAMU KECE atau Konsultasi Pebisnis Pemula dan Weekend Service. Tujuannya untuk memberikan layanan kepada entreprenuer muda yang bergerak disektor bisnis. 

"Misal ada yang mau bisnis VCO, kita beri edukasi untuk sertifikasi halal, izin PIRT dan kemasan yang menarik" ujar Trisna. 

Sekretaris DPMPTP Sepno Fahmi juga akan memberlakukan SIPEDA atau Sistim Informasi Perjalanan Dinas. Jadi ada kordinasi antar bidang dalam pencatatan dinas dalam atau luar daerah. 

"Intinya semua kita berbenah dalam pelayanan" kata Sepno. (rel/amir)

Post a Comment