Ads (728x90)

PADANGPOS.COM (Padang)---Rapat senat terbuka penganugerahan gelar doktor kehormatan (Dr. HC) Dato’ Seri Dr. (HC) Anwar Ibrahim dalam bidang pendidikan dari Universitas Negeri Padang (UNP), di Auditorium UNP, Senin, 29 Oktober 2018.

Dalam sambutan Presiden ke-5 Megawati menyampaikan, bahwa politik menurut Bung Karno tidak boleh berjarak dengan rakyat, keputusan politik tidak boleh menjauhkan rakyat dari pemimpinya.

Pendidikan pilitik yang terpenting bagi seorang politisi dan pemimpin adalah pendidikan untuk dapat mengorganisir rakyat. Bung Karno berpesan, rakyat adalah cakrawati dalam politik, akhirnya hanya rakyat yang menentukan bukan kaum elitnya atau siapapun juga.

Rakyat adalah bulu, dan sekaligus akhir dari tujuan politik seorang pemimpin untuk diabuhkan, tentu pemilihan politik seperti itu bukan sesuatu yang mudah.

Selain itu, dalam sambutan Rektor Universitas Negeri Padang (UNP) Ganefri menyampaikan, mengapa UNP memberikan gelar kepada Dato’ Seri Anwar Ibrahim, sebelumnya UNP juga memberikan gelar (HC) kepada presiden ke-5 Megawati.

Penghargaan gelar (HC) di berikan kepada tokoh yang dianggap berjasa dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi maupun kemanusiaan.

Kemaren, kata Ganefri, guspardi daus anggota DPRD Sumatera Barat bertanya kepada Dato’ Seri Anwar Ibrahim. Apa resep dato’ bisa memaafkan orang yang selama ini telah menyiksa Dato’?. Dato’ Seri Anwar Ibrahim menjawab, ‘apa yang saya alami belum seberapa, saya di penjara keluarga saya masih bisa berobat dengan mudah jika sakit, anak-anak saya masih bisa sekolah dengan baik’.

“Bayangkan sebahagian rakyat saya, jika sakit tidak bisa berobat, ingin studi tidak ada uang. Uang rakyat dirampok oleh pengusaha dan pengusaha tidak mengurus rakyatnya dengan baik. Hal inilah yang membuat saya harus bangkit memperjuangkan hak-hak rakyat dan saya tidak merasa menderita di dalam penjara, karena banyak rakyat saya yang menderita dari saya, dan agama saya islam mengajarkan saya untuk memaafkan orang lain yang jahil kepada kita dan jangan pernah untuk dendam,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut juga dihadiri oleh, Wakil ketua lembaga tinggi negara tersebut dari kelompok DPD-RI Oesman Sapta Odang, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, Ketua DPRD Sumatera Barat, Bupati dan Wakil Bupati se-Sumatera Barat. (fardi)

Post a Comment