Ads (728x90)

PADAGPOS.COM (Padang)---Pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) yang bergerak dibidang kerajinan tenun, Kelompok Tenun Usaha Mulia, Sungai Jambur, Kabupaten Solok mendampat pelatihan mengenai Strategi Pemasaran dari civitas akademika Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Padang (UNP)

Ketua Tim Pengabdian FE UNP, Okki Trinanda mengatakan penguatan terhadap strategi pemasaran UKM perlu dilakukan berbagai pihak agar produk UKM bisa mencapai pasar yang lebih luas.

"Itulah yang telah kami lakukan pada Kelompok Tenun Sungai Jambur dalam rangka meminimalkan kelemahan aspek pemasaran. Meski kualitas, produksi kelompok ini tidak kalah dengan produksi tenun ternama di Sumatera Barat namun aspek pemasaran tidak standar tentu UKM ini sulit berkembang," ujar Okki Trinanda, saat perbincanganya dengan tim Humas UNP,Jumat (12/10).

Menurutnya, untuk memperkuat strategi pemasaran UKM itu, tim melakukan pengabdian dari tanggal 14 September hingga 30 Oktober mendatang. "Para anggota Kampung Tenun diberikan pelatihan mengenai Strategi Komunikasi Pemasaran oleh Susi Evanita (dosen FE UNP), dan Strategi Pemasaran Secara Online oleh Eka Abrar (Fasilitator Google Indonesia),"jelasnya.

Susi Evanita pada materinya, menyampaikan pentingnya merek dan kemasan yang baik, terutama dalam menjaga citra produk. Produk yang sejenis, jika diberikan kemasan yang bagus, maka dapat meningkatkan harga jual. Diibaratkan seorang manusia, maka yang pertama kali dilihat orang lain adalah penampilannya. Hal yang sama juga pada produk tenun, meskipun kualitas setara, namun kemampuan mengemas akan menjadi salah satu hal yang membedakan antara produk tenun yang satu dengan yang lain. 

Disamping itu kemasan juga memiliki fungsi sebagai pelindung produk tenun yang harganya mahal. Jika produk tidak dilindungi dengan kemasan yang baik, dikhawatirkan produk tenun akan rusak sebelum sampai ke tangan konsumen.
Selanjutnya Eka Abrar menyampaikan perubahan pola bisnis yang selama ini dilaksanakan secara konvensional, saat ini sudah bisa dilaksanakan secara online. Pemasaran online tidak hanya lebih murah, namun juga bisa menjangkau konsumen yang lebih luas. 

Dikatakan Okki, dimasa lalu modal yang terbesar pada saat membuka usaha adalah sewa tempat. Sementara hal tersebut sekarang bisa didapatkan secara gratis di pasar online, bahkan bisa menjangkau konsumen yang jauh. Eka menyatakan bahwa produk tenun Sungai Jambur memiliki potensi yang besar, terutama karena ini merupakan produk handmade yang sangat digemari konsumen kelas atas.

Tidak hanya itu, tim pengabdian masyarakat FE UNP yang dikoordinir Okki,melanjutkan dengan praktek membuat kemasan dari bahan-bahan yang relatif terjangkau, namun dapat diolah menjadi kemasan yang eksklusif. Kegiatan ini dipandu oleh Syawlani Affandi (Diskoperindag Kabupaten Solok), yang mengajarkan bagaimana membuat kotak-kotak kemasan produk tenun. 

Kegiatan ini diikuti dengan bersemangat dan antusias oleh para anggota kelompok tenun, sehingga masing-masing telah bisa menghasilkan kemasan-kemasan yang bagus. Affandi menyarankan, agar keterampilan membuat kemasan juga diajarkan kepada para pemuda Sungai Jambur, sehingga para pengrajin tenun bisa fokus dalam bekerja. 

Astri Yuza Sari, anggota Tim Pengabdian menambahkan, selain pelatihan berupa konsep pemasaran dan praktek pembuatan kemasan, Kelompok Tenun Usaha Mulia juga menerima bantuan berupa satu buah etalase yang nantinya akan dimanfaatkan sebagai tempat pajangan produk-produk tenun yang telah jadi. Dimana selama ini, produk tenun belum dipajang, hanya disimpan didalam plastik dan dikeluarkan jika ada yang ingin melihat.

Zarti Dewita, sebagai Ketua Kelompok Tenun Usaha Mulia Sungai Jambur, menyampaikan rasa terimakasih atas perhatian yang diberikan oleh akademisi dari Universitas Negeri Padang. Apalagi baru kali inilah ada kegiatan pengabdian kepada masyarakat diadakan di Sungai Jambur. Ia menyatakan bahwa banyak manfaat yang bisa diperoleh dari kegiatan ini, terutama mengenai pemahaman strategi pemasaran, kemasan dan penjualan online.

Seperti diketahui, kelompok Tenun Usaha Mulia adalah sebuah kelompok yang baru beberapa tahun ini didirikan, dan sudah mampu memproduksi kain-kain tenun berkualias tinggi. Tenun Sungai Jambur memiliki ciri khas pada motif yang simpel dan benang yang tidak mencolok, tenunannya tidak terlalu tebal, sehingga ringan saat dipakai. Saat ini produk tenun tersebut sudah mulai dikenali dan digemari masyarakat, namun sayang belum memiliki strategi pemasaran yang maksimal. 

Diantaranya, produk ini belum memiliki merek yang spesifik selain merek kelompok “Usaha Mulia”, kemasan yang masih sederhana berupa plastik, serta strategi pemasaran yang masih sederhana dan sebagainya. Oleh karena itu, Tim Dosen dari Universitas Negeri Padang merasa perlu untuk melakukan pengabdian di kampung tenun tersebut. (Humas UNP/Agusmardi)

Post a Comment