Ads (728x90)

PADANGOS.COM (Lampung Timur)---Oknum Staf Ahli Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Lampung Timur, Mr, digerebek warga, saat berada di rumah janda, Pi, hingga larut malam,  di Desa Labuhan Ratu 1, Kecamatan Wayjepara,  Lampung Timur.

Dilangsir suarapedia.com, peristiwa penggerebekan itu terjadi pada pekan lalu. Penggerebekan tidk melibatkan masyarakat,  dan hanya dilakukan oleh kerabat almarhum suaminya. Sehingga kabarnya sempat tertutup. Terjadi kesepajatan, bahwa Mr,  akan menikahi Pi, tapi tidak di Desa itu,  tapi di Kota Metri,  dan setelah Mr pensiun.

“Peristiwa penggerebekan itu terjadi beberapa waktu lalu. Mr kerap mengunjungi janda empat anak itu secara diam-diam. Beberapa warga yang masih kerabat almarhum suami janda tersebut curiga lalu melakukan pengintaian,” Kata sumber yang tidak mau disebut namanya, Rabu (18/10/2018), kemarin.

Dia menambahkan, penggerebekan dilakukan secara diam-diam sehingga tidak banyak masyarakat yang tahu. “Yang gerebek paling lima orang dari keluarga almarhum suaminya semua. Mereka mengintai ternyata benar, jadi penggrebekan masyarakat gak ada yang tau,” tambahnya.

Setelah MR dan PI digerebek didalam rumah PI sekitar pukul 00.00, mereka langsung musyawarah di dalam rumah janda tersebut dan keputusannya oknum Staf Ahli itu bersedia menikahi PI. Namun MR memiliki persyaratan menikahinya tidak di desa itu.

“Dari hasil perundingan MR bersedia tanggung jawab, dan akan menikahi PI. Tapi Mr minta pernikahan dilangsungkan di Metro,” ujarnya

MR juga sempat meminta kepada keluarga PI agar pernikahan tersebut menunggu MR pensiun. “Dia juga bilang nanti nikahnya nunggu dia pensiun sekitar dua tahun lagi,” ungkapnya

Dikonfirmasi terkait kebenaran informasi tersebut, MR yang ditemui sejumlah media tidak ada di ruang kerjanya. “Pak MR mewakili pak wakil, acara di Labuhan Ratu,” ujar salah seorang staf, Kamis (18/10/2018).

Sementara, nomor telepon selulernya beberapa kali dihubungi tidak pernah aktif. (suarapedia/obor)

Post a Comment