Ads (728x90)

TABLOIDBIJAK (Makassar)---Meski baru akan dibuka sore nanti, pagi ini, Kamis, 15 November 2018, warga kota Makassar terlihat telah ramai memenuhi Lapangan Karebosi, tempat diselenggarakannya Sumbar Expo (SE) ke-7 Tahun 2018 yang ditaja Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Sebagian warga itu terkonsentrasi di depan panggung utama di bawah dome sebelah Utara menyaksikan personil IP Band uji nada dan sistem suara atau sekadar berswafoto. 

Hiburan, penampilan seni tradisional Sumatera Barat, dan suguhan utama SE kali ini memang dipusatkan di sini.

Sebagian lain, tampak mengunjungi area pameran yang ditata demikian rupa di depan panggung utama. Area pameran ini ramai dan riuh, walau belum semua tenda pamer rapi dan siap dikunjungi.

Beberapa terlihat datang bersama kawan atau keluarga. Beberapa tampak melenggang sendiri, ada yang memegang gawainya dengan mode perekam visual menyala mendokumentasikan ragam produk budaya Sumatera Barat yang telah dipajang, ada pula yang sekadar berkeliling sembari sambil lalu cuci mata, bertanya ini apa itu apa, ini dari mana itu berapa.

Anita (20), misalnya, mahasiswi Perguruan Tinggi setempat, sambil mengangkat satu kemasan kecil bubuk Kopi Arabica Perhiptani Solsel, kepada bapak paruh baya yang duduk di tenda pamer Kab. Solok Selatan bertanya, “Ini dijual, kah? Tidak ada testernya?”

Atau empat ibu-ibu muda di depan tenda pamer Kota Sawahlunto yang terlihat berbincang sambil meraba kain Songket Silungkang yang baru saja dipajang penjaga tenda.

Ketika ditanyai, ibu-ibu ini menjawab mereka belum pernah ke Sumbar. Namun, kini mereka sudah punya gambaran dan ingin berkunjung bila ada kesempatan.

“Belum pernah. Tapi tadi kita sudah keliling satu Sumbar, toh? Sudah tahu sekarang. Bagus-bagus. Saya mau itu, nanti kita balik lagi ke sini,” ujar salah seorang di antaranya, sembari menunjuk tenda pamer Kota Sawahlunto.

Memang, memperkenalkan Sumatera Barat dengan ragam potensi dan aneka produk budaya tiap daerahnya adalah tujuan utama diselenggarakannya SE.

Melalui ajang ini, seluruh daerah di Sumbar berpartisipasi. Kekayaan dan keelokan budaya masing-masing demikian rupa dikemas dan disajikan agar bisa tergambar utuh walau hanya berwahanakan tenda berukuran 12 m2 hingga 24 m2.

SE ke-7 ini sendiri rencananya akan berlangsung selama 4 hari dari 15 November hingga 18 November 2018 dan akan dibuka langsung oleh Gubernur Sumbar Irwan Prayitno sore nanti.

Untuk memaksimalkan upaya penjenamaan dan pengenalan ini, selain menggelar pameran kekayaan daerah dan penampilan seni, Pemprov Sumbar juga akan menyelenggarakan sejumlah pertemuan dan forum dialog yang melibatkan perantau Minang di Makassar dan pelaku usaha setempat yang memiliki potensi menanamkan modal ya di Sumbar.

Di antaranya: Forum Investasi Sumbar; Temu Bisnis UKM Unggulan Sumbar; Pertemuan dengan Perantau Sumbar Makassar dalam rangka menguatkan kerjasama bidang Sosial, Ekonomi, dan Budaya; dan, Dialog Kebudayaan.

Semua rangkaian pertemuan diagendakan akan dilakukan besok, Jumat, 16 November 2018

Post a Comment