Ads (728x90)

TABLOIDBIJAK (Bukittinggi)---Staf Ahli Mentri Pariwisata Bidang Multikultural Esthy Reko Astuti, Grand Opening Tour de Singkarak (TdS) 2018, di lapangan Kantin Kota Bukittinggi, Sabtu, 3 November 2018.

Pembukaan grand opening Tour de Singkarak (TdS) 2018 dilakukan dengan pemukulan gandang tambua secara bersamaan dengan Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit, serta beberapa Forkopimda Sumatera Barat lainya.

Dalam sambutannya, Esthy Reko Astuti mengatakan, event ini sudah yang ke-10, dengan harapan bagaimana tahun depan dilaksanakan lagi.

Lanjutnya, TdS ini sudah masuk kedalam kalendar event UCI. Ini tentu perlu bantuan dan pendekatan dari UCI, agar TdS bisa dilakukan 2019 awal sebelum November.

"Kami harap TdS ini semua komponen bisa terlibat, dari 18 kabupaten kota. Ditambah Mentawai terlibat dalam penampilan local content," ujar Esthy Reko Astuti.

Lanjutnya, kata Esthy Reko Astuti saat launching, Menteri bilang Sumatera Barat sebetulnya sangat beruntung. Kenapa, karena kuliner populer dari Sumatera Barat yaitu rendang. Kedua, Produk alam ada surfing di Mentawai, dan ini yang harus dimanfaatkan. Ketiga, Amenitas dan aksesibilitas, Geopark diangkat ke UNESCO.

Sebelumnya, 21 tim pembalap sepeda TdS diperkenalkan, 15 tim pembalap berasal dari Luar Negeri, 5 tim pembalap dari dalam negeri, dan 1 tim pembalap dari Sumatera Barat.

Diakhir penutupan, juga dihibur oleh artis papan atas Andra and the back Bone dengan lagu-lagunya sehingga membuat acara grand opening menjadi meriah. (Fardi)

Post a Comment