Ads (728x90)

PADANGPOS.COM (Padang)---Kemajuan pendidikan di tengah-tengah bangsa Indonesia menghadapi revolusi Industri 4.0 harus didukung secara penuh berbagai pihak, Badan Keahlian DPR RI bekerjasama dengan salah insititusi pendidikan di republik ini, Universitas Negeri Padang (UNP) menggelar seminar nasional dengan topik Urgensi Perubahan Undang-Undang Tentang Guru dan Dosen, Sabtu (15/12). 

Bertempat di Ruang Sidang Senat Lt. IV Rektorat UNP, Seminar ini dihadiri para dosen dan mahasiswa/i dan Kepala Badan Keahlian DPR-RI  K. Johnson Rajagukguk, SH, MHum dan Dr. Inosentius Samsul, SH, M.Hum: Kepala Pusat Perancangan Undang Undang beserta para staff.

Saat didaulat membuka seminar dan menyampaikan pokok-pokok pikirannya, Rektor UNP, Prof Ganefri mengapresiasi Badan Keahlian DPR RI yang menjadikan UNP sebagai mitra dalam memberi masukan tentang urgensi perubahan undang-undang tersebut.

Dalam pemaparannya Prof Ganefri mengharapkan agar perubahan Undang-Undang ini nantinya memperhatikan kualitas pendidikan agar dapat bersaing dengan negara-negara maju. Pada kesempatan itu, Ganefri juga mengharapkan agar program sertikasi guru dan dosen benar-benar mencapai sasaran.

"Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen sudah saatnya direvisi. Namun, perubahan itu nantinya memperhatikan kualitas pendidikan dan sertikasi guru dan dosen," ujar Ganefri.

Dari masukan para dosen yang hadir, sebagian menyatakan sebaiknya tetap satu UU meski ada juga yang mengatakan tidak perlu dipisahkan. Tapi memandang perlu revisi agar regulasi dosen dan guru beda.

Dalam sesi tanya jawab, salah satu peserta membeberkan ada antar pasal yang penjelasan membingungkan. Misalkan pasal 1 angka 3, guru besar atau profesor adalah jabatan fungsional tertinggi bagi dosen yang mengajar di satuan pendidikan. Tapi di pasal lainnya, pasal 48 ayat 2, disebut sebagai jabatan akademik, bukan fungsional.

Hal yang mengemuka lainnya adala adanya ratusan ribu guru honorer di sekolah negeri yang juga belum jelas nasibnya. Begitu juga masalah perlindungan guru. Acara kemudian ditutup dengan pemberian cenderamata kepada K. Jhonson Rajagukguk, M.Hum. ( Humas UNP/Agusmardi)

Post a Comment