Ads (728x90)

PADANGPOS.COM (Padang)---Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Republik Indonesai terus memperkuat konektivitas negara-negara di kawasan Indo-Pasifik. Ini antara lain dengan menyelenggarakan seminar internasional Indo-Pasific Connetivity Outlook, di Universitas Negeri Padang (UNP), Senin (11/3/2019).

Kemenlu RI yang kali ini menggandeng Pusat Kajian Indo Pasifik Universitas Negeri Padang dalam upaya menjadi pusat konektivitas negara-negara di kawasan Indo-Pasifik. Sebab Indonesia memiliki posisi geografis yang strategis. 

“Seminar Internasional ini merupakan bentuk konkrit dari DiploFest yang telah kita selenggarakan di Padang 2 Februari lalu. Kita bawa politik luar negeri ke daerah-daerah untuk dibahas oleh pakar dan akdemisi daerah yang mempelajari kawasan Indo-Pasifik,” ungkap Siswo Pramono, Kepala  Badan Pengkajian dan Pengembangan Kemenlu RI dalam seminar internasional Indo-Pasific Connetivity Outlook, di Audititorium UNP, Jln Prof Hamka, Kampus Air Tawar, Padang, Senin (11/3).

Ia mengatakan, untuk mendukung cita-cita Indonesia menjadi pusat konektivitas Indo-Pasifik, Kemenlu gencar mengumpulkan data dan hasil penelitian akademisi terkait peluang kerjasama Indonesia dengan negara-negara Indo-Pasifik. Salah satunya melalui seminar internasional Indo-Pasifik yang bekerjasama dengan pusat studi Indo-Pasifik UNP.

Siswo menjelaskan, masukan-masukan dari pakar tentang infrastruktur, yakni konektivitas pelabuhan udara dan laut di kawasan Indo-Pasifik menjadi data penting. Indonesia memproyeksikan pertumbuhan infrastruktur di kawasan Indo-Pasifik 10 tahun ke depan.

“Kalau kita punya data pertumbuhan pelabuhan di 57 negara Indo-Pasifik itu, maka harapannya perusahaan di Indonesia bisa mengambil peluang untuk ikut berpartisipasi membangun pelabuhan-pelabuhan di negara kawasan Indo-Pasifik,” bebernya.

Siswo Pramono mengungkapkan, usulan dan pemikiran para pakar yang tertuang dalam seminar internasional Indo-Pasifik akan dibawa untuk dibahas lebih mendalam pada pertemuan menteri-menteri luar negeri kawasan Indo-Pasifik pada 20 Maret mendatang di Jakarta.

“Semua yang dibahas disini (UNP), menjadi masukan bagi para menteri pada kegiatan High Level Dialog On Indo-Pacific Corporation. Pada kegiatan itu dirembukan, bagaimana peluang Indonesia menjadi sentra dari lalu lintas barat yang ada di Samudra Pasifik,” pungkasnya.

Sementara itu, seminar internasional Indo-Pasific Connetivity Outlook di UNP dihadiri perwakilan dari Jepang, Filipina, Jerman, Amerika Serikat, Vietnam, India, Singapura, Korea Selatan, Rusia, dan Thailand.

Sebelumnya, Rektor UNP, Prof Ganefri yang diwakili Wakil Rektor 4, Prof Syahrial Bakhtiar mengatakan kolaborasi UNP dengan Kemenlu RI bukan kali pertama, tapi telah beberapakalinya, namun untuk seminar internasional ini baru kali pertama.

Pada kesempatan itu turut hadir memberikan sambutan Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, yang sekaligus membuka secara seminar internasional ini.  (Humas UNP/Agusmardi

Post a Comment