Ads (728x90)

PADANGPOS.COM (Padang)---Mahfud MD selaku anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) di Auditorium Universitas Negeri Padang, Kamis (14/3) meminta para akademisi khususnya 12 Lembaga Pendidikan Tinggi Kependidikan Negeri Indonesia (LPTKN) tetap mengimplementasikan pembelajaran pedagogi kritis, agar mutu pembelajaran dalam membantu generasi mendatang memiliki karakter yang baik serta kapabilitas produktif yang tinggi.

"Di era revolusi industri 4.0 sekarang ini pola berpikir kritis sangatlah penting dalam kehidupan kita sehari-hari. Cara berpikir kritis ini dapat membantu manusia menyelesaikan masalah, kemampuan dalam mengambil keputusan secara selektif dan lain sebagainya," ujar Mahfud MD dihadapan peserta Konvenso Nasional Pendidikan Indonesia (KONASPI) IX.

Mahfud MD yang tampil sebagai pembicara menggantikan Ketua Pengarah BPIP, Megawati Soekarno Putri dalam KONASPI IX mengusulkan, pola pendidikan harus berubah mengikuti kondisi kekinian. Untuk itu, politikus memiliki tanggungjawab besar dalam peningkatan mutu pendidikan. Politikus yang masuk dalam parlemen memiliki peluang untuk membuat undang-undang.

Nah, dengan adanya kebijakan dalam membuat undang-undang itulah yang menjadi pedoman dalam kebijakan selanjutnya. Dengan begitu, pola pendidikan kritis wajib dikembangkan saat ini. Setidaknya dimulai dari tingkat SLTA hingga mahasiswa.

Ditingkat ini, kebijakan dalam mengubah pola pendidikan itu sudah bisa dilakukan. Nah, di tingkat SLTA hingga mahasiswa penerapan pola pendidikan kritis wajib dilakukan. Bahkan, anak didik tak takut lagi memberikan pendapat apa yang ada dalam pikirannya. Pendidikan ini menghendaki perubahan struktur secara fundamental dalam politik ekonomi masyarakat dimana pendidikan berada.

Pendidikan kritis merupakan sebuah aliran pemikiran alternatif, setelah kejenuhan menghadapi dunia baru yang terlampau didominasi oleh pemikiran positivistik, yang sehingga melahirkan pola masyarakatyang matrealistik dan kapitalistik. Secara sederhana asumsi tentang globalisasi mampu mengubah tata kehidupan ekonomi, politik, sosial, budaya dengan sangat pasti proses pendidikan di abad 21 ini. (Humas UNP/Agusmardi)

Post a Comment