Ads (728x90)

PADANGPOS.COM (Padang) -- Sebanyak enam orang petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Sumatera Barat (Sumbar) meninggal dunia dalam pemilu serentak 2019.

Pernyataan itu disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit usai mengunjungi rapat pleno terbuka rekapitulasi perhitungan hasil perolehan suara pemilu 2019, di Hotel Pangeran Beach, Sabtu, 11 Mei 2019.

“Kita sengaja mencek dan ternyata memang ada petugas KPPS yang meninggal dunia yang sebelumnya ada empat orang dan saat ini sudah enam orang,” ujar Nasrul.

Faktor meninggalnya petugas KPPS itu, kata Wagub, ada yang kelelahan dan juga yang sudah punya penyakit dari awal. Pasalnya, dengan kondisi kerja yang cukup berat dan diikuti dengan stes juga.

“Petugas KPPS yang meninggal dunia akan mendapatkan santunan dari KPU sebesar 36juta satu orang,” ungkap Nasrul.

Kepala Dinas Kesehatan Sumbar Merry Yuliesday membenarkan pernyataan tersebut sesuai dengan data yang diperoleh dari KPU Sumbar, bahwa terdapat enam petugas KPPS Sumbar yang meninggal dunia.

“Data sementara dari KPU Sumbar memang ada enam yang meninggal, dan yang sakit sebanyak 102 orang,” ujar Merry.

Berikut nama-nama enam petugas KPPS Sumbar yang meninggal dunia :
1. Irianto (57) dari Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, meninggal di rumah tanggal 1 mei 2019 karena dari tanggal 18 April 2019 mengalami penurunan stamina, kelelahan dan pada tanggal 30 April 2019 kondisi yang bersangkutan semakin drop.
2. Doni, dari Kecamatan Singguliang, Kabupaten Padang Pariaman, meninggal di RSUD pari malintang tanggal 2 mei 2019 meninggal karena dari tanggal 18 April 2019 mengalami penurunan stamina, kelelahan dan pada tanggal 1-2 Mei 2019 dirawat secara intensif di RSUD Priat Malintang Padang Pariaman. Beliau menghembuskan Nafas terakhir pada pukul 04.00 WIB.
3. Andesal, dari desa Aia Gadang Pasaman meninggal tanggal 26 April 2019 karena kelehana.
4. Ari Akbar (25)  dari Kecamatan Ampek Angkek Kabupaten Agam meninggal tanggal 28 april 2019 karena kelahan, deman dan sakit dada.
5. Imran Pane dari Kabupaten pasaman meninggal 6 Mei 2019 karena setelah Pemilu badan  terasa sakit, pegal, demam dan letih, tapi  tidak dibawa ke Rumah Sakit karena tidak ada biaya. Sampai tanggal 5 Mei 2019 keadaannya makin parah, Pihak keluarga langsung membawa ke Puskesmas dan sesampai di Puskesmas Beliau sudah meninggal dunia.
6. Yaldianto (43) dari Nagari Kayu Jao Kecamatan Gunung Talang Kabupaten Solok diduga gastritis dan hemiparese sinistra. (fardi)

Post a Comment