Ads (728x90)

PADANGPOS.COM (Padang)-----Ketua Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (BAPOMI) Sumatera Barat, Prof Ardipal Rabu (19/6) membuka secara resmi Pekan Olahraga Mahasiswa Daerah (POMDA) Sumbar, yang sekaligus sebagai seleksi daerah (selekda) menuju Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) 2019 yang akan berlangsung di Jakarta medio Desember mendatang.Pembukaan pesta olahraga antar-mahasiswa se-Sumbar itu dilaksanakan di GOR UNP, Jln Prof Hamka , Air Tawar, Padang.

”Sebelum mempersiapkan untuk OMNAS yang akan diselenggarakan di Jakarta, Desember 2019 nanti kita laksanakan dulu POMDA yang merupakan ajang seleksi bagi Kontingen Mahasiswa Sumbar nantinya di ajang POMNAS,” kata Prof.Ardipa ketika membuka secara resmi POMDA Sumbar itu.

Sekretaris BAPOMI Sumbar, Arsil melaporkan bahwa POMDA Sumbar 2019 ini diikuti 20 PTN/PTS se Sumbar itu mempertndingkan 20 cabang olahraga dengan total jumlah atlet 600-an orang. Pertandingan POMDA Sumbar ini berlangsung dari tanggal 18 hingga 27 Juni dengan tempat pertandingan pada 5 kampus yaitu UNP, Unand, UPI YPTK, Politeknik Negeri Padanag dan Politani Payakumbuh.

"Cabang yang dipertandingkan merujuk pada cabang yang dipertandingkan di POMNAS 2019. Diantaranya pencak silat, karate, futsal, bulutangkis, tenis lapangan, kempo, sepak takraw, dan catur, atletik, bola basket, bola voli indor, petanque, renang, dan tarung drajat.

Ditambahkannya, peserta POMDA yang merupakan Seleksi atlet Kontingen Sumbar ke Ajang POMNAS 2019 ini wajib memenuhi ketentuan umum, diantaranya jumlah peserta dan nomor dari cabor POMDa atau Selekda dapat diikuti oleh seluruh atlet mahasiswa dari perguruan tinggi di Sumbar. Tetapi setiap mahasiswa peserta hanya boleh mengikuti satu cabor, dan tidak boleh merangkap cabor lain.

Selain itu peserta POMDA/Selekda BAPOMI Sumbar harus memenuhi ketentuan. Antara lain peserta adalah mahasiswa/olahragawan yang mewakili PTN-PTS di wilayah Sumbar. Setiap mahasiswa olahagawan memenuhi syarat: berstatus  mahasiswa aktif kuliah pada program Diploma, Strata Satu (S-1), dan Magister pada PTN-PTS yang terdaftar di Dikti, Kemenag, dan Kementrian Kesehatan dan atau Departemen/Lembaga lainnya.

Tercatat sebagai mahasiswa di salah satu perguruan tinggi yang dibuktikan dengan terdaftar di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD-Dikti), photocopy Kartu Tanda Mahasiswa (KTM), kartu rencana studi (KRS) semester berjalan serta Surat Rekomendasi dari pimpinan Perguruan Tinggi Bidang Kemahasiswaan ybs. Kemudian mahasiswa tersebut tidak dalam sedang menjalani skorsing dari organisasi cabor induk. (Humas UNP/Agusmardi)

Post a Comment