Ads (728x90)

PADANGPOS.COM (Kabupaten Solok) -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) melarang alat tangkap bagan yang ada di Danau Singkarak. Pasalnya, alat tangkap bagan tersebut dapat memusnahkan populasi ikan bilih.

Pelarangan itu dilakukan sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 81 tahun 2017 tentang larangan menggunakan alat tangkap bagan di Danau Singkarak.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Yosmeri mengatakan, akan melakukan pembinaan dan penertiban terhadap bagan-bagan yang ada di danau tersebut.

"Kita akan melakukan razia bagan Danau Singkarak yang akan dilaksanakan 15 hingga 19 juli 2019 mendatang," ujarnya di Danau Singkarak, Jumat, 21 Juni 2019.

Dikatakanya, razia bagan di Danau Singkarak tentunya melibatkan Pemprov Sumbar, Pemda Solok, Tanah Datar, Polsek, Danramil, Camat, Walinagari yang ada disekitar danau.

Tujuannya, sebagai upaya menjaga kelestarian bilih yang mulai punah karena menggunakan sistem bagan. Selain itu, untuk meningkatkan populasi ikan asli Danau Singkarak yang kini mulai berkurang.

Sementara Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit berharap, razia ini bisa menjaga kelestarian ekosistem Danau Singkarak sekaligus menjaga populasi ikan di kawasan danau.

"Kita berharap semua pihak bisa terlibat dalam razia ini demi kepentingan bersama dan kelestarian danau," ujarnya.

Selain penertiban bagan kata Wagub, tata ruang yang ada di sekitar danau juga perlu ditertibkan. Sebab, banyaknya rumah di pinggir danau yang menutupi pemandangan ke arah Danau Singkarak.

"Rumah di pinggir danau juga perlu ditertibkan, karena bisa menghalang keindahan danau dari pinggir jalan," pungkasnya. (fardi)

Post a Comment