Ads (728x90)

PADANGPOS.COM (Padang)---------Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gulat Medali Emas Manurung mengatakan penggunaan dana peremajaan sawit rakyat (PSR) masih minim. Pasalnya, dari total Rp30 triliun dana yang tersedia pada Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) hanya 11 persen yang terserap.

Pernyataan itu disampaikannya usai melantik 42 orang pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Sumatera Barat (Sumbar), di Hotel Bumiminang, Kamis, 29 Agustus 2019.

Dikatakan Gulat, minimnya dikarenakan 52 persen lahan petani sawit mandiri pada umumnya berada di kawasan hutan. Sebab, secara umum 116 kabupaten dan 20 provinsi pengurus Apkasindo semuanya adalah petani sawit mandiri.

"Sumbar terbaik menyerap dana BPDP-KS, karena sudah Rp8,5 miliar disetujui untuk PSR tahun ini," ujar dosen Fakultas Pertanian Universitas Riau itu.

Ia juga mengatakan pertumbuhan industri sawit berperan penting pada peningkatan kesejahteraan masyarakat sebagai industri padat karya. Untuk itu, jutaan masyarakat sangat bergantung pada industri sawit Indonesia.

Menanggapi hal tersebut Gubernur Sumbar Irwan Prayitno berharap Apkasindo dapat memperjuangkan anggotanya.

"Selaku wadah petani kelapa sawit Apkasindo harus bisa melindungi anggotanya, karena jutaan masyarakat bergantung dari sawit tersebut," pungkasnya. (fardi)

Post a Comment