Ads (728x90)

PADANGPOS.COM (Padang)----- Karena diminta Gubernur Sumbar untuk ikut berpartisipasi pada Silek Art Festival (SAF), Pengda Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Sumbar bersedia menjadi tim kurator yang akan merekomendasi siapa-siapa yang pantas mendapat penghargaan sebagai Maestro Silat untuk tahun 2019.

Namun sampai tiga hari menjelang pembukaan SAF, Dinas Kebudayaan Sumbar yang menjadi pelaksana kegiatan tersebut belum juga memberi rekomendasi atau semacam Surat Keputusan kepada Pengda IPSI Sumbar untuk melaksanakan tugas kuratorial.

“Sebagaiman yang diminta, kita telah mengirimkan nama-nama pengurus IPSI yang akan melaksanakan tugas kuratorial yang akan merekomendasi diapa yang pantas mendapatkan penghargaan sebagai Mestro Silat  2019. Namun sampai saat ini tidak ada informasi dan bagaimana kelanjutan dari apa yang telah dibicarakan sebelumnya,” kata Rahmat Wartira, Ketua Harian Pengda IPSI Sumbar ketika ditemui Jum’at malam (16/8) di Taman Budaya Sumbar.

Lebih lanjut dikatakan Rahmat Wartira yang akrab disapa Adek tersebut, IPSI Sumbar tidak mempermasalahkan tidak dilibatkan atau diajak berkonsultasi dalam iven yang notabene memanfaatkan “tuo silek” dan perguruan silat yang pada umumnya bernaung di bawah IPSI Sumbar. Tapi sikap Dinas Kebudayaan seperti melecehkan keberadaan IPSI Sumbar yang telah mau mengakomodir permintaan Gubernur Sumbar agar ikut membantu dan mensukseskan SAF 2019 itu pantas dipertanyakan.

“Kita sangat menghargai sikap Gubernur Sumbar yang meminta Pengda IPSI Sumbar ikut mensukseskan SAF 2019, meski hanya diminta oleh Dinas Kebudayaan Sumbar untuk menjadi kurator yang akan merekomendasi siapa yang layak dan pantas mendapat penghargaan sebagai Maestro Silat 2019. Tapi sikap Dinas Kebudayaan terhadap  Pengda IPSI Sumbar  ini sudah sangat keterlaluan,” tegas Rahmat Wartira.

Sementara pihak Dinas Kebudayaan Sumbar belum berhasil dihubungi untuk konfirmasi.** Rhian

Post a Comment