Ads (728x90)

PADANGPOS.COM  (Padang) -- Misi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menjadi kawasan bersih belum tercapai. Pasalnya, saat ini luas kawasan kumuh di Sumatera Barat (Sumbar) mencapai 9331,75 hektar.

Dari luas itu, baru 36 persen yang sudah tertata ulang. Untuk itu, Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) akan menuntaskan lebih kurang 789,89 hektar.

Pernyataan itu disampaikan Tim Leader Kotaku Sumbar, M Bajang Ahmadi usai audiensi dengan Wagub Nasrul Abit didampingi Kepala Biro Kerjasama Pembangunan dan Rantau, Luhur Budianda, di Padang, Jumat 6 September 2019.

"Ada 11 kabupaten kota yang akan kita tuntaskan dan menjadi sasaran yaitu Kota Padang, Padang Panjang, Bukittinggi, Solok, Pariaman, Payakumbuh, Kabupaten Padang Pariaman dan Kabupaten Limapuluh Kota," ujarnya.

Program Kotaku ini telah menangani kawasan kumuh di Sumbar sejak tahun 2015 hingga 2018. Tahun ini Kotaku akan melakukan penataan kawasan kumuh dengan melakukan review kembali.

Lanjutnya, untuk cakupan kategori kawasan kumuh ini ada berapa kategori yakni ringan, sedang dan berat.

"Untuk kategori yang berada dibawah 10 hektar itu kewenangannya di kabupaten dan kota. Lalu, 10-15 hektar itu kewenangan ada di provinsi. Jika lebih dari 15 hektar itu berada di pusat," katanya.

Lebih lanjutnya, dengan adanya kolaborasi antara pusat dan daerah serta seluruh elemen yang ada dapat mengentaskan persoalan kawasan kumuh yang ada di Sumbar ini.

Terkait itu, Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit menyambut baik rencana program Kotaku ini. Pasalnya,  persoalan kawasan kumuh ini perlu melibatkan banyak pihak sehingga bisa terselesaikan.

Lanjut Nasrul, pihaknya akan mengundang Dirjen Cipta Karya untuk minta pengarahan dan setelah itu akan dilakukan rapat teknis mengatasi permasalahan kawasan kumuh ini.

"Kita akan jadwalkan undang Dirjen pada tanggal 23-24 Sepetember 2019 ini. Serta, kita juga minta partisipasi seluruh elemen baik itu BUMN, perusahaan swasta maupun masyarakat ikut terlibat dalam penataan kawasan kumuh di Sumbar," pungkasnya. (fardi)

Post a Comment