Ads (728x90)

PADANGPOS.COM (Pesisir Selatan)-----Warga Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat (Sumbar) yang jadi korban kerusahan di Wamena Papua bertambah menjadi 10 orang.

Ketua Ikatan Keluarga Minang (IKM) Papua, Zulhendri Sikumbang, mengungkapkan, dari 10 orang korban itu, sebanyak 8 orang telah dinyatakan meninggal dunia.

"Luka ringan 1 orang luka dan yang 1 orang lainnya kini dalam kondisi kritis," ungkapnya ketika dihubungi FajarSumbar.com melalui talponnya di Papua, Selasa (24/9).

Seperti diberitakan Tagar sebelumnya, berdasarkan keterangan Wali Nagari Lakitan Utara,  awalnya perantau Pessel yang jadi hanya sebanyak 5 orang.

Setelah diidentifikasi lebih lanjut, ternyata korban bertambah. Dari 10 korban itu, belum diketahui alamat asalnya. Yang pasti, 5 orang warga Kecamatan Lengayang dan 1 orang dari Kecamatan Batangkapas.

Saat ini, ulasnya,  IKM Papua sendiri terus mencari sulusi terkait kondisi terjadi. Salah satunya berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan seluruh warga IKM yang ada di Papua.

"Tapi Mawena sudah kondusif kembali. Aparat keamanan masih tetap siaga. Warga kita dan warga yang lain mereka sedang berkumpul di Mapolres dan Makodim Mawena," ulasnya.

Sementara, Camat Bayang Utara, Ronald Bernando, menyebutkan, satu diantaranya adalah perantau asal Bayang Utara atas nama Ari Murdani.

Pria kelahiran 6 Maret 1991 itu merupakan seorang tenaga mekanik di Wamena yang berasal dari Kampung Asam Kumbang, Nagari (Desa Adat) Pulut-Puluik Selatan.

Secara terpisah, Wakil Gubernur Nasrul Abit menyampaikan Dirinya sudah berkoordinasi dengan Komandan Korem 032/Wirabraja, Brigjend. TNI Kunto Arif Wibowo. 

Menurutnya, Komandan Korem akan mencoba menghubungi Komando Distrik setempat untuk mengetahui kondisi terkini. Dengan demikian, upaya lebih lanjut terhadap warga Minang di Papua bisa dilakukan.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Papua dan pemerintah kabupaten setempat untuk perkembangan lebih lanjut.

"Rencananya jenazah akan dibawa pulang. Kita menunggu perkembangan selanjutnya. Kita koordinasikan dengan daerah sana. Kita tidak bisa sembarangan masuk," jelasnya.

Jika keluarga korban butuh bantuan, dirinya menegaskan, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat siap memfasilitasinya seperti bantuan pangan dan uang.

Sedangkan untuk pemulangan jenazah, ia pun menyatakan kesiapannya. Bahkan, siap untuk mengantarkannya hingga sampai ke rumah duka.

Berdasarkan data Biro Kerjasama Antar Rantau Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, tercatat sedikitnya 1.200 perantau asal Ranah Minang di Wamena.

Saat ini mereka juga mengungsi di markas kodim setempat untuk berlindung dari aksi kerusuhan. Sebagian juga ada yang mengungsi ke Masjid. (tsf)

Post a Comment