Ads (728x90)

PADANGPOS.COM (Bengkulu)----- Tim sepakbola Sumbar mengaku merasa dizalimi oleh pihak panitia Porwil X Sumatera.

Pasalnya jadwal pertandingan perebutan juara ketiga dan satu tiket ke PON 2020 yang sedianya dilaksanakan pada hari Minggu besok, (3/11) dimajukan menjadi hari ini, (2/11).

“Atas perubahan jadwal pertandingan ini kami dari PS Sumbar merasa dizalimi oleh panitia Porwil X Cabor Sepakbola,” tegas Seketaris Tim Sepakbola Sumbar Porwil X Sumatera, Yulius Dede kepada Siberklik.com

Dikatakan Yulius, pihaknya merasa sangat kecewa dengan adanya perubahan jadwal pertandingan yang dimajukan tersebut.

“Kemarin kami baru saja bertanding melawan Jambi. Kemudian harus bertanding lagi melawan Sumut untuk memperbutkan tempat ketiga hari ini,” katanya.

“Perubahan jadwal ini membuat tim kami tak memiliki waktu istirahat lagi untuk memulihkan stamina,” keluhnya.

Yulius mengaku kecewa karena perubahan jadwal itu mereka terima pada sore hari usai berlaga melawan tim Jambi.

“Disana kami dipanggil panitia untuk manager meeting pertandingan. Betapa kagetnya kami baru disampaikan kalau pertandingan dimajukan,” terang Yulius.

Yulius mengaku pihaknya telah menyampaikan protes kepada panitia.

Namun dari PSSI pusat memberi tahu jika perubahan jadwal itu sudah disampaikan kepada pihak PSSI jauh hari.

“Yang kami sesalkan mengapa pantia Porwil Bengkulu tidak memberitahu kami jauh hari atas perubahan tersebut dan baru disampaikan tadi malam,” sesalnya.

Yulius mengaku saat teknikal meeting pertama (24/10), panitia Cabor Sepakbola memastikan kepada pihaknya bahwa tidak ada perubahan jadwal pertandingan.

Lalu kemudian diinformasikan belakangan ada perubahan jadwal.

“Ini membuktikan betapa panitia Cabor Sepakbola Porwil Bengkulu tidak profesional,” katanya.

“Seandainya diberitahu jauh hari adanya perubahan jadwal itu tentu kami bisa mempersiapkan lebih awal,” ujarnya.

Kendati merasa kecewa dan dizalimi oleh pihak panitia Porwil, Yulius mengaku timnya siap bertanding melawan Sumut diperebutan tempat ketiga sore ini.

“Walau kecewa kami tetap akan bertanding dan mematuhi regulasi yang sudah ada. Sebab kami bertanding tidak membawa nama pribadi melainkan nama Provinsi Sumbar,” tegasnya.

Ia pun meminta kepada seluruh warga perantau Minang di Provinsi Bengkulu bisa mendukung timnya berlaga memperebutkan juara III dan satu tiket tersisa ke PON 2020, Papua. (siberlink.com)

Post a Comment