Ads (728x90)

PADANGPOS.COM (Pessel)-----Wakil Bupati Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumbar Rusma Yul Anwar bersama IKM Jaya Wijaya menyalurkan bantuan pada 129 orang korban Wamena yang pulang kampung.

Bantuan itu merupakan bentuk dari perhatian sosial terhadap sesama perantau. Padahal, bosa saja penerima dan pemberi sama-sama korban. Namun, tetap lebih mengutamakan kebersamaan. 

"Rasa dan Perjuangan itu. Mereka yang telah memperjuangkan nasib saudaranya. Saya mengapresiasinya. Rasa itu," ungkapnya di sela-sela penyerahan bantuan IKM Jayawijaya pada korban di Kantor Camat, Kamis (31/10)

Acara dihadiri Sekretaris Umum Novri Zendra DPD IKM Jayawijaya bersama isteri dan tiga Wakil Ketua. Camat Bayang Utara, Ronald Bernando. Pemuka masyarakat dan penerima bantuan. 

Menurutnya, rasa itu perlu dipertahankan. Di tengah gejolak sosial yang mulai kasat mata, DPD IKM masih dapat mempertahankan nilai-nilai sosial. Sesuatu yang dikhawatirkan bakal hilang ditelan waktu. Secara perlahan. 

Bantuan itu, ujarnya, semacam stimulan bagi perekonomian korban yang kini berada di kampung halaman. Ia berharap, bentuan agar dimanfaatkan secara baik, sehingga memberi arti secara nyata.

"Bak pituah Minang, satitiek tolong dilauikan, nan sakapa digunuangkan (Setitik dilautkan, nan sekepal tolong digunungkan). Utamakan belanja kebutuhan pokok)," imbaunya. 

Lebih dari itu, Sesuai informasi yang ia terima, ulasnya, Pemprov juga bakal membantu bagi para perantau yang hendak kembali. Pihaknya segera melakukan koordinasi ke provinsi.

Kendati demikian, dirinya menegaskan, jika pemerintah daerah tidak akan tinggal diam melihat kondisi saat ini. Upaya pemulihan ekonomi korban yang memutuskan tinggal di kampung secepatnya dilakukan.

Pelaksanaannya tersebar di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kegiatan sesuai tugas pokok dan fungsinya, sehingga lebih terukur. Dengan begitu, para korban segera beradaptasi dengan iklim ekonomi daerah. 

Pada kesempatan itu, Sekretaris Umum Novri Zendra menyampaikan, organisasi menjadi penyalur donasi, guna meringankan beban sanak saudara. Korban peristiwa pilu di 23 September 2019 itu.

Total dana yang bakal dibagikan mencapai Rp147 juta. Donasi diberikan untuk sebanyak 129 orang penerima. Dari jumlah itu, korban kebakaran mendapat Rp1 juta. Meninggal dunia Rp3 juta.

"Di Bayang Utara ini 91 orang. Batangkapas, Sutera dan Lengayang 29 orang. Kami hanya penyalur. Terima kasih ke semua pihak yang telah membantu hingga kegiatan terlaksana," ujarnya. 

Pendanaan, sebutnya, bersumber dari donasi yang diberikan para donatur yang prihatin terhadap nasib korban. Panggil nurani melihat konrisi sanak saudaranya. Korban Wamena yang tengah menenangkan diri dan fikirannya usai tragedi itu.

Awi, 36 tahun, salah seorang korban penerima bantuan sangat bersyukur dengan donasi itu. Sebagian dari Donasi yang ia terima, ucapnya, bakal diberikan pada karyawan empat unit tokonya yang terbakar. 

"Buliah bisa samo marasokan (biar bisa sama merasakan. Karena sama-sama menjadi saksi kejadian nahas itu. Saya terharu. Bukan besar kecilnya yang saya nilai, tapi rasa kepedulian itu," tuturnya.

Pada kesempatan itu, Camat IV Nagari Bayang Utara, Ronald Bernando mengatakan terima kasih pada para donatur. Pasca kejadian itu, total warganya yang pulang 389 orang.

Sedangkan secara keseluruhan, total warga di kecamatan yang identik dengan jembatan akar berjuluk Negeri Atas Awan itu di Bumi Cendrawasih kurang lebih 1.500 orang.

Sekitar 1.000 orang diantaranya berada di Wamena. Sedangkan sisanya yang kisaran 500 orang tersebar di berbagai kabupaten/kota di Papua.

Ia berharap, pemulihan bisa segera terjadi. Ia juga kian meningkatkan koordinasi dengan pemerintah kabupatenjelasnya. "Terakhir bersama empat OPD di sini. Ada dari BPM, Disnaker. Dinas Sosial dan BPBD," tutupnya.

Post a Comment